Jumat, 15 Oktober 2010

Negeri 5 Menara


Judul                     : Negeri 5 Menara
Penulis                  : A. Fuadi
Penerbit                : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit        : Januari 2010
Jumlah Halaman : 422 halaman

SINOPSIS !

Dengan terpaksa, Alif mengikuti kemauan ibunya untuk bersekolah di pondok padahal ia benar-benar berharap untuk bersekolah di SMA NEGERI. Nilai yang ia capai terlampau lebih untuk masuk ke sekolah negeri. Namun, apa daya! Alif yang terlahir sebagai orang asli Minangkabau harus naik bus berhari-hari dengan ayahnya guna mencapai Pondok Madani (PM) - sebuah pondok di daerah udik di pedalaman Jawa Timur.

Ia tak menyangka kalau harus mengikuti tes terlebih dahulu untuk menjadi murid PM. Berbekal hanya belajar 2 hari, Alif diterima menjadi murid PM. Namun, sayangnya .. baru sehari menjadi murid PM, ia dan teman karibnya harus menerima hukuman karena terlambat ke masjid 5 menit.

Setelah cukup lama berada di PM, ia dan teman-temannya mulai mempunyai kebiasaan untuk berkumpul di bawah menara masjid PM hingga banyak temannya yang menjuluki mereka sebagai Shahibul Menara. Dibawah menara tersebut, banyak kejadian yang mereka alami, mulai dari memandang langit dan awan, bercerita, belajar bersama, dan yang lainnya.

Suatu hari, Alif mendapat surat dari sobat karibnya yang berhasil masuk SMA ---- "Randai" namanya. Ia bercerita bahwa SMA sangat mengasyikkan bahkan lebih mengasyikkan dari yang dibayangkan. Hati Alif runtuh! Jiwanya terguncang.  Setengah mati Alif mengkokohkan tekadnya kembali untuk menemukan misi hidupnya kembali yang telah Tuhan gariskan dalam hidupnya.

Lama Alif tak memberi kabar pada ibunya. Ia juga masih merasa sedikit kesal karena ibunya telah memaksa Alif untuk masuk pondok. Namun, ia kini sadar bahwa ibu adalah orang yang harus ia hormati pertama kali dalam hidup. Ia merasa bersalah pada ibunya dan ia juga mulai menulis surat untuk ibunya.

Alif mulai merangkai mimpinya. Ia bermimpi untuk berkelana ke seluruh dunia, Amerika, Mesir, kemanapun. Ia berharap, Tuhan mendengar mimpi Alif tersebut! dan ia juga berharap Tuhan mengabulkan mimpinya.

Seorang wanita merupakan manusia langka di PM. Wanita di PM hanyalah mbok-mbok bagian di dapur. Selebihnya, PM dipenuhi oleh laki-laki. Suatu hari, "Sarah" begitulah nama gadis yang umurnya tak jauh beda dengan Alif. Ia adalah putri dari Ustadz Khalid. Alif tak kehabisan akal untuk berusaha agar bisa bertemu dan bertatap muka dengan Sarah.

Akhirnya, ia mendapat ide yang genius. Kebetulan, Alif adalah anggota dari jurnalis. Ia mencoba untuk mencoba mewawancarai "Ustadz Khalid" ----- ayah Sarah di rumahnya. Alif berhasil! Dengan usaha seperti itu, ia berhasil bertemu, bertatap muka, dan mendengar suara gadis tersebut.

Surat menyurat Alif dengan sobat karibnya Randai masih berlanjut. Namun, ia kembali goyah setiap mendengar kisah bahagia Randai. Apalagi, surat yang sekarang sedang ia baca bercerita bahwa Randai telah diterima di ITB. Institut impiannya, institut yang ia dambakan! Jiwanya pun kembali goyah! Ia bingung! Alif bingung harus bagaimana membalas surat dari Randai tersebut.

Syukurlah! Ia diberi kepercayaan untuk give speech di depan seorang duta besar. Di akhir acara, ia juga berfoto bersama dengan duta tersebut. Dan hasil foto tersebutlah yang ia kirim sebagai balasan surat dari Randai.

Namun, tetap saja ! Alif tetap tak bisa mengkokohkan pendiriannya. Ia memutuskan untuk menulis surat pada ibunya sebagai permintaan untuk keluar dari PM walaupun keberadaannya di PM hanya tinggal 3 bulan lagi. Ibunya membalas surat dari Alif dengan kerlingan air mata meminta Alif untuk tetap bertahan di PM.

Sedangkan ayahnya sampai datang dari Bukittinggi ke PM untuk memberi motivasi pada Alif agar tetap bertahan di PM hingga semuanya selesai. Dan motivasi dari ayahnya tersebut berhasil membuat Alif bersemangat kembali.

Sisa 3 bulan di PM diperuntukkan untuk ujian. Namun, ujian ini berbeda karena Alif harus mempelajari buku dari kelas satu sampai kelas akhir. Ujiannya dilaksanakan sebulan penuh! Syukurlah, peluh keringat terbayar juga! Alif LULUS ! Begitu pula para Shahibul Menara yang lain. Alif juga telah bisa kembali ke kampung halamannya di Bukittinggi dan menyiapkan ujian persamaan SMA yang akan ia ikuti 5 bulan lagi.

London, December 2003
Alif dalam perjalanan menemui sobat karibnya sewaktu masih di PM. Lama tak jumpa dan ternyata ia mendapat kabar bahwa semua anggota Shahibul Menara telah sukses. Sukses di negara yang mereka dambakan! Begitu pula dengan Alif. Ia berhasil berkelana ke negara-negara yang ia impikan.

Akhirnya, Alif merasa bahwa paksaan dari orang tuanya yang dulu ia telan sewaktu akan masuk ke PM menjadi sebuah kesyukuran. Kesyukuran manis yang sangat memuaskan.

1 komentar:

Iswan mengatakan...

Kayanya bagus nih buku buat referensi bacaan,,
Tau ga novel tentang kehidupan seseorang yg diangkat dari kehidupan nyata seperti novel tetralogi Laskar Pelangi, mbak?

Poskan Komentar